PT SLFI Digugat Nasabah Rp 270 Juta

  • PDF
Paluhakim, Jakarta- Seorang nasabah gugat PT Sun Life Financial Indonesia (PT SLFI), sebesar Rp270 juta lantaran dirinya merasa sangat dirugikan atas diterbitkannya Duplikat Polis oleh PT SLFI (tergugat).

"Klien kami selaku pihak penggugat kaget, karena pada 21 November 2009 mendapat kiriman dari tergugat berupa dua nomor yang sama Duplikat Polis," kata Poltak PP Simanjuntak dalam realessnya yang diterima Paluhakim.com di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (20/3).

Oleh karena itulah kata kuasa hukum. Chritine, Poltak PP Simanjuntak, SH, KN dan Yanta K. Surbakti, SH, pihaknya langsung melakukan gugatan atas PT SLFI.

"Bahwa gugatan perbuatan melawan hukum ini sengaja diajukan dengan alasan karena dua nomor Polis milik penggugat yang dikeluarkan tergugat, yakni No. Polis 080110202 dan No. Polis 072622633, ternyata sampai saat ini kedua Polis tersebut masih dipegang dan disimpan oleh penggugat serta tidak pernah hilang atau rusak, sementara menurut tergugat bahwa kedua Polis milik penggugat telah dinyatakan hilang," dalam realessnya.

Nasabah PT SLFI tersebut juga sangat keberatan dengan pernyataan tergugat yang menyatakan bahwa pemberitahuan atas hilangnya kedua Poli tersebut telah disampaikan penggugat melalui e-mail dan telepon kepada tergugat.

"Sampai saat ini tergugat tidak dapat menunjukkan e-mail yang dimaksud dan penggugat tidak pernah  memberitahukan melalui telepon, karena memang kedua Polis milik penggugat tidak pernah hilang," tegasnya.

Menurut Kuasa hukum penggugat, Simanjuntak, pihaknya pernah pernah meminta kepada penggugat agar mengeluarkan data-data yang berkaitan dengan penerbitan Duplikat Polis tersebut, akan tetapi tergugat tetap tidak memberikannya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihak penggugat memohon kepada Majelis Hakim diketuai Suko Harsono menghukum tergugat untuk membayar kerugian yang dialami penggugat sebesar Rp 270 juta. Penggugat juga meminta agar menghukum tergugat untuk memberikan data-data yang berhubungan dengan penerbitan kedua Duplikat Polis itu termasuk siapa pembayar biaya penerbitan Duplikat Polis tersebut.

Penggugat juga memohon agar terhadap harta tergugat diletakkan sita jaminan, menyatakan perbuatan tergugat adalah perbuatan melawan hukum dan menyatakan bahwa putusan dapat dijalankan walaupun ada upaya hukum banding, kasasi atau perlawanan.

Sementara itu dalam proses persidangan yang dipimpin ketua Majelis Hakim Suko Harsono sudah memasuki tahap kesimpulan dan akan dilanjutkan pada tanggal (03/04)
Penulis: Galau
Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy



Baca juga: