10 Tim Penyidik Kejagung Cek Lokasi Bioremediasi PT Chevron Yang diduga Fiktip di Riau

  • PDF
{Paluhakim, Jakarta} 10 tim Penyidik kejaksaan Agung dipastikan akan mengecek lokasi tempat yang dijadikan proyek bioremediasi fiktif yang diduga dilakukan oleh PT Chevron Pasific Indonesia di Riau.

“Kami akan mengirimkan 10 tim, Senin pekan depan (Hari ini – red) untuk mengecek sejumlah titik proyek bioremediasi. Saya tidak ingat tepatnya berapa titik yang jelas di Duri ada 9 titik,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Arnold Angkouw kepada wartawan di Gedung Kejaksaan, Kamis (9/4).

Lebih lanjut Arnold menjelaskan, dalam bagi hasil yang dilakukan antara pemerintah dan PT CPI, Pemerintah mendapatkan 85 persen sementara 15 persen ke PT Chevron. Namun, lanjut Arnold, nilai 85 persen tersebut belum menjadi nilai bersih yang diterima oleh Pemerintah. Karena, seluruh pengeluaran PT Chevron baik itu darat, laut maupun diudara diklaim kepada pemerintah (BP Migas – red) untuk diganti.

“Terkumpulah sekian ratus milliar, jadi mereka minta dari Pemerintah. Sehingga 85 persen milik Pemerintah jadi berkurang, begitu dipotong yang besar kan jadinya PT Chevron, jadi terbalik (Bagi hasilnya antara Pemerintah dengan Chevron – red). Nah ternyata ini nggak bener yang diajukan (Proyek Bioremediasi – red), sementara diduga nggak bener karena diduga nggak ada pengeluaran atau ini pekerjaan nggak membawa hasil,” jelasnya Arnold.

Sementara itu, saat dikomfirmasi kapasitas BP Migas selaku pengawas dalam proyek Bioremediasi PT Chevron Pasific Indonesia. Kejaksaan Agung, jelas Arnold belum melakukan penyelidikan kapasitas kepada BP Migas dalam pengawasan proyek Bioremediasi, karena Kejaksaan Agung masih menyelidiki modus pekerjaan di lapangan dilakukan oleh dua perusahaan swasta PT Green Planet Indonesia dan PT Sumigita Jaya. Arnold Angkaow menyatakan, pihaknya hingga saat ini masih belum pada titik.

Dilain pihak, Manajer Komunikasi Perusahaan PT Chevron Pasific Indonesia, Dony Indrawan mengaku pembagian hasil 90 persen untuk pemerintah dan 10 persen untuk PT Chevron Pasific. Tak hanya itu, Dony Indrawan pun menuturkan dalam proyek Biormediasi yang sudah melahirkan 7 tersangka dan pencekalan oleh Kejakgung. Chevron mengaku desain dan pengunaan teknologi Bioremediasi telah dievaluasi dan disetujui oleh badan-badan pemerintah yang berwenang (Kementerian Lingkungan Hidup dan BP Migas).

“Dan sampai saat ini proyek bioremediasi di Sumatera telah berhasil meremediasi 520.000 meter kubik tanah terkontaminasi di 132 lokasi,” ujarnya.

Sebelumnya,Kejaksaan Agung RI, melalui Basrief Arief kepada wartawan di Kejari Pekanbaru terus mengusut kasus dugaan korupsi proyek lingkungan bioremediasi di PT Chevron di Riau. Sebanyak 7 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenai status cegah.

"Kini mereka telah kita cekal. Yakni lima tersangka dari PT Chevron sendiri sedangkan dua lagi dari PT Green Planet Indonesia (PT GPI) dan PT Sumigita Jaya selaku pelaksana proyek" kata Basrief Arief.

Dalam konpresnsi pressnya, Kejagung juga telah mengungkapkan kelima tersangka dari PT Chevron yakni Endah Rubiyanti, Widodo, Kukuh, Alexiat Tirtawidjaja dan Bachtiar Abdul Fatah. Sementara dua orang lainya yakni Direktur perusahaan kontraktor PT GPI Riksi dan Dirut PT SJ Herlan.

Penulis/ Anthonio/foto: mimbarriau.com

Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy



Baca juga: