PN Jaksel Ganjar KPK Bayar Ganti Rugi Rp 100 Juta

  • PDF

Paluhakim, Jakarta, - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menerima kenyataan pahit untuk membayarkan ganti rugi Rp 100 juta dan mengembalikan uang Syarifuddin yang disita KPK sekitar Rp 2 miliar terkait putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang memenangkan pihak penggugat, Syariffudin atas keberatannya dalam penggeledahan dan penyitaan barang miliknya.

Hal tersebut terungkap pada sidang pembacaan putusan gugatan praperadilan yang diajukan terdakwa mantan hakim PN Jakpus, Syarifudin terhadap KPK, di PN Jaksel, Kamis (19/4/2012).

"Perbuatan KPK yang melakukan perbuatan penyitaan maupun penggeledehan di luar barang bukti dianggap sebagai tindakan yang melebihi kewenangan. KPK dituntut untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 100 juta. KPK juga dituntut untuk mengembalikan uang asing milik Syarifudin yang disita," kata hakim tunggal, Matheus Samiaji, saat membacakan amar putusannya di PN Jaksel, Kamis (19/4).

Selain itu, Matheus yang juga juru bicara PN Jaksel itu, juga memerintahkan agar barang-barang Syarifuddin yang tidak perlu dan disita KPK supaya dikembalikan. Jika KPK tidak puas, atau masih keberatan dengan hasil putusan itu, diminta mengambil upaya hukum lain yang tersedia.

Seperti diketahui, hakim nonaktif Syarifddin ditangkap KPK dalam kasus dugaan menerima suap Rp 250 juta dari kurator PT Skycamping Indonesia (PT SCI) Puguh Wirawan, saat menangani perkara kepailitan.

Dari hasil penyitaan di kediaman pribadinya di Kompleks Kehakiman, Sunter, Jakarta Utara, KPK berhasil menyita sejumlah uang pribadinya dalam bentuk mata uang asing seperti Dolar AS, Yen, Dolar Singapura, dan Baht, senilai sekitar Rp 2 miliar serta barang-barang pribadi seperti laptop dan telepon seluler.

Sementara itu, dalam putusan di tingkat pertama di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,kuningan, Jakarta, majelis hakim menyatakan, Syarifudin bersalah dan diganjar hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsidair empat bulan kurungan.

Atas dasar itulah, mantan hakim PN Jakarta Pusat itu mengajukan gugatan permohonan praperadilan ke PN Jakarta Selatan terhadap keberatannya atas penggeledahan dan penyitaan barang-barang miliknya yang dilakukan KPK di kediamannya. [Baren Siagian]

 

Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy



Baca juga: