Anak Sutan Takdir Alisyahbana Diadili

  • PDF

[Paluhakim- Jakarta] Dua anak sastrawan terkenal Sutan Takdir Alisahbana, Mario dan Sri Artaria Alisahbana didakwa melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan utang senilai Rp 25 miliar terhadap rekan bisnisnya, Jessudas Sebastian, asal Australia di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin,(7/5)

"Kasus ini bermula dari proses penjualan PT Pustakawidya Utama kepada Mario Alisjahbana yang merupakan Presiden Direktur PT Dian Rakyat. Kedua perusahaan tersebut merupakan perusahaan percetakan yang bekerja sama sebagai mitra. PT Pustakawidya Utama sebelumnya telah memiliki utang berupa pinjaman modal sebesar Rp 25 miliar dari Warga Negara Australia Jesudass Sebastian," kata jaksa Penuntut umum Koswara dan Clara saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (7/5).

 

Menurut Jaksa, putra-putri penulis roman Sutan Takdir Alisjahbana ini dituding melakukan serangkaian penipuan terhadap Warga Negara Australia Jesudas Sebastian.

Di depan ketua majelis hakim Suharjono yang juga merupakan ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jaksa mendakwa, dalam akte jual beli saham, kedua terdakwa menyetujui untuk membeli keseluruhan saham perusahaan tersebut seharga Rp 250 juta, nama baik perusahaan senilai Rp 10 miliar, dan juga melunasi utang pinjaman modal senilai AUs$ 2.850.000 dalam waktu 10 tahun dengan bunga 12 persen per tahun sejak 2006. Dalam dakwaan setebal 16 halaman tersebut, Jaksa Pengganti Koswara menjerat kedua tersangka atas dugaan penipuan.

“Sejak 2008 hingga kini kedua terdakwa tidak membayar kewajiban mereka kepada korban,” kata Jaksa. Atas perbuatan tersebut, Jaksa menjerat kedua tersangka dengan Pasal 378 KUHP dengan dakwaan subsider Pasal 372 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1.

Selain menjerat dengan dakwaan Pasal 378, jaksa juga menjerat terdakwa Mario dan Sri Artaria dengan Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Terdakwa juga dijerat Pasal 266 Ayat (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP," tandas jaksa.

Sementara itu menanggapi dakwaan jaksa, terdakwa Mario maupun Sri mengaku tidak mengerti. “Saya tidak mengerti maksudnya apa,” ucap Sri saat ditanya oleh Hakim.

Sedangkan kuasa hukum terdakwa, Durapati Sinulingga berencana untuk mengajukan pembelaan terhadap kliennya. “Kami akan mengajukan eksepsi atas klien kami,” ucapnya.

Seperti diketahui, Kasus yang bergulir sejak tahun 2010 ini sempat dihentikan penyidikannya pada 26 Februari 2011 oleh Polda Metro Jaya. Pihak korban yang tak terima, kemudian menggugat balik Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melalui gugatan pra peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam persidangan, PN Jaksel memenangkan gugatan Jesudas. Putusan ini kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jaksel yang memerintahkan agar kasus ini dibuka kembali.

Sidang yang dihadiri puluhan mantan karyawan PT Pustakawidya Utama itu  dimulai pada pukul 14.00.

Sidang kembali dilanjutkan Senin(14/5) dengan agenda mendengarkan eksepsi para terdakwa.[Baren Siagian-Charles Situmorang]

Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy



Baca juga: