Timotius Tumbur Simbolon Bantah 16 Orang Suruhannya Preman

  • PDF

Jakarta-Meskipun 16 orang yang ditugasinya untuk menjaga lahan seluas7.800m2 di jalan Karet Gusuran 3, RT 012 RW 001 kelurahan Karet, kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, sempat ditangkap dan dituding sebagai kelompok preman,Timotius Tumbur Simbolon, Kuasa hukum WL. Lim Kit Nio, membantah mempekerjakan preman ditanah yang diklaim milik klienya.

"Saya sangat selektif memilih pekerja, enam belas orang itu saya rekrut dengan baik, mereka semua terdata lengkap dan punya KTP. Mereka bukan preman. Mereka saya tugaskan untuk menjaga lahan tersebut dari pihak-pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan yang sah. Mereka juga menjaga tanah yang memang jelas kepemilikannya, dan saya sebagai kuasa hukum," kata Timotius saat dihubungi Paluhakim.com di Jakarta, Senin (23/09) Lim Kit Nio adalah pihak yang bersengketa dengan BCA dalam hal kepemilikan lahan di lokasi tersebut.

Ditegaskan Pengacara berdarah Batak ini, pihaknya selaku kuasa hukum yang ditunjuk WL. Lim Kit Nio, mengaku sebagai pemilik yang sah atas tanah seluas tujuh ribu delapan ratus meter persegi tersebut dari Acte Van Eigendom Verponding No.6393 No.5. Alasannya, kliennya hingga saat ini belum pernah dijual, dialihkan, dilepaskan, diserahkan atau dijaminkan oleh Klien kepada siapapun termasuk kepada Bank Central Asia (BCA) dan PT Bahana Dharma Utama.

"Tanah itu sudah jelas milik Klien kami. Pemiliknya pun masih hidup, usianya sekarang 95 tahun. Keluarga juga belum pernah menjual kepada BCA. Kami sudah mengecek ke Badan Pertanahan Nasional, belum ada hak atas klien kami. Pers sebagai corong dari penilaian dan objektif di masyarakat perlu tahu. PT Bahana Dharma Utama, sudah kami cek, telah dibubarkan pada tahun 2002, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berdasarkan perseroan sudah dihapus sesuai data Departemen Hukum dan HAM (Depkumham). Di Kanwil juga sudah kami cek, tidak ada,"jelasnya

Selain itu, ditegaskan Timotius, dirinya berkeyakinan bahwa tanah tersebut merupakan lahan milik kliennya. Alasannya pihaknya telah melakukan proses pengumpulan bukti yang dalam sejak jauh-jauh hari sebelumnya.

"Secara jelas tanah sudah terpatok, kami sudah cek mulai dari Lurah, disana juga tidak ada PT Bahana. Kami sudah menyurati BCA supaya bersama mengadakan pertemuan baik-baik dan diminta menghubungi Hernawati Nilam (terkait surat-surat). Kami heran BCA ini membeli dari mana? Ini adalah hak klien saya, sudah saya urus dari bawah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sudah kami bayar,"kata Timotius.

Untuk itulah, dirinya bersikeras menolak tudingan aparat kepolisian yang mengatakan ke 16 pria yang bertugas menjaga lahan tersebut sebagai preman.

"Saya tugaskan kawan-kawan lain, bahwa mereka yang sempat ditangkap aparat kepolisian (Polda Metro Jaya) sebagai preman. Saya selalu tekankan kepada mereka agar tidak berlaku anarkhis kepada siapapun yang masuk area lahan tersebut. Mereka saya perintahkan, kalau ada yang masuk, suruh komunikasi dengan saya," tandasnya sambil menambahkan, bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melaporkan Hernawati Nilam dan Subur Tan, Direktur Kepatuhan BCA ke Polda Metro Jaya terhadap adanya dugaan, telah melakukan hal-hal yang tidak berkenan.

Sebelumnya, belasan orang diamankan petugas Subdit Harda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, di Jalan Karet Gusuran, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, pihak BCA sudah melaporkan kasus ini dari enam bulan yang lalu karena tanah tersebut adalah sah milik BCA. Selain mengamankan 16 orang, polisi juga menyita beberapa barang bukti, seperti lima pedang, empat obeng, satu unit senapan angin, dua pisau dapur, satu unit televisi, satu unit VCD, beberapa ponsel, serta dua buah papan nama (Tanah ini Milik Lim Kit Nio Pemegang dan pemilik yang Sah Akte Van Eigendom Verponding No. 6393 No. 5 Luas Tanah 7.800 M2 dikuasai Timotius & Partners Law Firm. Tak berapa lama kemudian, menurut Timotius menegaskan ke 16 orang suruhannya tersebut telah dibebaskan oleh petugas kepolisian.


Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy



Baca juga: