Divonis 10 Tahun Penjara, Jaksa Ajukan Banding

  • PDF

Jakarta, Paluhakim- Kejaksaan Agung langsung mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang memvonis Direktur Utama PT First International Gloves (FIG), Hansen selama 10 tahun terkait kasus korupsi pemberian dan penggunaan fasilitas kredit investigasi oleh Bank BRI kantor pusat kepada PT FIG yang merugikan negara sebesar 19.170.329, 02 dollar US.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi kepada wartawan di Kejagung, Jumat (20/09) kemarin.

"Jaksa Penuntut Umum dan terdakwa langsung menyatakan banding atas vonis yang dijatuhkan majelis Hakin pada Tipikor kepada terdakwa Hansen,"kata Setia Arimuladi selaku Kapuspenkum kejaksaan Agung.

Ditegaskan mantan Kejari Jakarta Selatan ini, majelis hakim dalam, putusannya mengatakan bahwa Direktur Utama PT First International Gloves (FIG) tersebut telah terbukti bersalah melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU 31/1999 jo UU No.20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Dipidana dengan pidana penjara 10 Tahun, Denda 500 juta subsiser 3 bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar serta 19.170.329, 02 dollar US subsider 3 Tahun,"tegasnya.

Seperti diketahui, Kasus ini bermula saat Bank BRI memberikan kredit kepada PT FIG untuk pembangunan pabrik sarung tangan karet di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan. Kredit itu diberikan BRI kepada PT FIG untuk pembangunan pabrik sarung tangan karet. Dalam dokumen usulan pengajuan kredit, dana itu rencananya untuk membangun pabrik sarung tangan karet di Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel.

Akan tetapi usai dilakukan pemeriksaan secara mendalam dietahui, pabrik tersebut diduga fiktif. Jaksa juga sudah mengecek dokumen kredit dan agunan yang dijadikan garansi kredit ke BRI dan agunannya juga diduga fiktif.

Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy



Baca juga: