Kasus Dugaan Korupsi Bank DKI Terkait Pengadaan 100 ATM Masih Dalam Proses

  • PDF

Jakarta, Paluhakim- Jaksa Penyidik kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dipastikan akan terus memproses kasus dugaan Korupsi Bank DKI Jakarta terkait proyek pengadaan 100 unit ATM dengan nilai anggaran sebesar Rp80 miliar. Proyek tersebut rencanaya akan di lakukan disejumlah tempat guna memudahkan nasabah menarik uang, dan proyek GCSM atau Government Cash Management dengan anggaran Rp8,2 miliar.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta M. Adi Toegarisman kepada wartawan, di Gedung Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,  Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/9) kemarin

Untuk itu, mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung ini meminta kepada masyarakat agar bersabar. Alasannya pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan pengembangan penyidikan.

"Kasus Bank DKI masih diproses, kita tunggu saja,"jawab Adi Toegarisman.

Seperti diketahui, terkait kasus dugaan korupsi dibank milik Pemerintah ini, berawal pada tahun 2009. Saat itu Bank DKI selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) terkait proyek pengadaan 100 unit ATM dengan nilai anggaran sebesar Rp80 miliar yang direncanakan di sejumlah tempat untuk memudahkan nasabah menarik uang, dan proyek GCSM atau Government Cash Management dengan anggaran Rp8,2 miliar. Namun dalam pelaksanaannya muncul permasalahan saat dana sudah dicairkan, tetapi pengadaan ATM tidak sesuai dengan jumlah sehingga ada yang fiktif, dan juga proyek GCSM juga tidak berfungsi.

Dalam kasus ini, tim penyidik baru menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus ini. "Tiga tersangka sudah ditetapkan, berinisial AR, IS, dan HM. Ketiganya adalah tersangka dari pihak Bank DKI dan pihak swasta," jelasnya

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 atau 3 UU No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy



Baca juga: