Istri Hamil dan PLN

  • PDF

Waktu menjadi pasangan muda, Hakim Badu dan istrinya senang tak terkira saat tahu isteri sudah sebulan telat datang bulan dan ternyata sudah hamil muda. Namun sebelum mendapat kepastian dari dokter, mereka sepakat untuk merahasiakan kehamilan tersebut.

Isteri: "Pa, enggak usah diomongin dulu ya... takut gagal, kan nggak enak kalau sudah diomong-omongin"

Hakim Badu: "Oke Ma, saya janji nggak bakalan diomongin sebelum ada konfirmasi dokter"

Tiba-tiba datang karyawan PLN ke rumah mereka untuk menyerahkan tagihan dan denda atas tunggakan rekening listrik bulan lalu.
 
Petugas PLN: "Nyonya terlambat 1 bulan."

Isteri: "Bapak tahu dari mana...? Papa... Tolong nih bicara sama orang PLN ini...!"

Hakim Badu: "Eh, sembarangan... bagaimana anda bisa tahu masalah ini?"

Petugas PLN: "Semua tercatat di kantor kami, Pak."

Hakim Badu (tambah sengit): "Oke, besok saja saya ke kantor Bapak untuk menyelesaikan masalah ini!"

Esoknya...

Hakim Badu: "Bagaimana PLN tahu rahasia keluarga saya?"

Karyawan PLN: "Ya tahu dong, kan catatannya ada pada kami."

Hakim Badu: "Jadi saya mesti bagaimana agar berita ini dirahasiakan, Pak?"

Karyawan PLN: "Ya mesti bayar dong Pak!"

Hakim Badu (kesal karena diperas) : "Kalau saya tidak mau bayar, bagaimana?"

Karyawan PLN: "Ya punya Bapak terpaksa kami putus..."

Hakim Badu (dengan lugu): "Lha, kalau punya saya diputus... nanti isteri saya bagaimana??"

Karyawan PLN: "Kan bisa pakai lilin."




Baca juga: