Kisah Seorang Bajak Laut

  • PDF

Hakim Badu mengadili seorang bajak laut yang menjadi terdakwa kasus perompakan. Hakim Badu meminta keterangan jati diri bajak laut yang kakinya buntung diganti tongkat besi tajam, tangan kanannya buntung diganti kait besi (tajam juga), dan matanya yang picek sebelah ditutupin pake karet hitam.

Hakim Badu: "Kenapa kaki Anda bisa buntung seperti itu?"

Bajak Laut : "Ini waktu ada badai besar buanget di samudera Pasifik. Saya mental ke laut ketika hendak nolongin anak buah. Anak buah saya selamat, cuma kaki saya dilahap sama ikan hiu. Tapi saya tidak menyesal, yang penting anak buah selamat."

Hakim Badu : "Hebat! Terus, tangan Anda hilang di mana?"

Bajak Laut : "Ini terjadi waktu saya merebut kapal Panama. Saya dikeroyok tiga orang, ditambah dua anjing herder. Tangan kanan saya putus, dan langsung dilahap anjing sialan itu. Tapi tetap, saya yang menang. Leher mereka putus. Sejak itu saya pakai kait ini sebagai ganti tangan kanan.”

Hakim Badu : "Gila!! Lalu, mata Anda bagaimana ceritanya sampai picek begitu?"

Bajak Laut : "Oh, ini. gara-gara burung camar sialan yang beol pas kena mata gue!"

Hakim Badu : "Ha?? Cuma kena beol aja bisa picek?"

Bajak Laut (sambil menunjukkan kait tangannya): "Yach.. Kalau perlu dijelasin... Itu hari pertama gue pakai kait ini!"


 




Baca juga: