Katakan Dengan Cara Lain

  • PDF

Ketika masih muda, Hakim Badu harus ke Amerika untuk suatu pelatihan selama setahun untuk masalah hukum perdata. Dia menitipkan kucing Siam kesayangannya ke adiknya untuk dirawat dengan sungguh-sungguh karena ia sangat menyayangi kucing itu.

Setelah dua bulan di Amerika ia ingat akan kucingnya dan segera menelepon adiknya si Joni:

Hakim Badu: "Jon, bagaimana kucingku?”

Joni: “Mati Bang!”

Hakim Badu terperanjat dan menutup teleponnya. Dengan penasaran, Hakim Badu kembali menelepon adiknya dengan sedikit kesal.

Hakim Badu: "Kamu ini bagaimana sih, kok kasar sekali bilang kucingku mati. Kamu kan tahu aku sayang sekali sama kucing itu, jadi kamu bisa mengatakannya secara bertahap. Kamu bisa mengatakan bahwa hari ini ia main-main di atap. Besok kamu bisa ceritakan bahwa ia terjatuh. Lusanya kamu bisa menceritakan bahwa kakinya patah dan besoknya lagi kamu bisa mengatakan bahwa ia sudah tidak tertolong lagi. Dasar anak yang tidak tahu perasaan orang. Eh...ngomong-ngomong...bagaimana keadaan ibu?"

Setelah berpikir sejenak si Joni menjawab kalem:

Joni: "Hari ini ia main-main di atap."


 




Baca juga: