Umar Farouk Diadili di AS

  • PDF

[Detroit - Paluhakim] Juri Agung Amerika Serikat (AS) mengenakan enam dakwaan terhadap Umar Farouk Abdulmutallab terkait rencana pemboman pesawat di Detroit pada Hari Natal, 25 Desember.

Dakwaan terhadap pemuda berusia 23 tahun antara lain upaya penggunaan senjata pemusnah massal dan berusaha membunuh 290 penumpang pesawat.

Abdulmutallab diduga berusaha meledakkan bom pesawat Northwest nomor penerbangan 253 dari Amsterdam ke Detroit.

Pesawat mendarat dengan selamat setelah awak pesawat dan para penumpang menguasainya. Di dalam pesawat terdapat 279 penumpang dan 11 awak pesawat.

Menurut dokumen pengadilan, Abudmutallab dituduh menyembunyikan dua bahan peledak - PETN dan TATP - di dalam bajunya dengan bahan-bahan untuk membuat bom.

Dakwaan itu menyebutkan, bom itu dirancang bagi dia untuk diledakkan pada waktu yang dia pilih.

Dakwaan yang dikenakan terhadap Abdulmutallab adalah:
- upaya penggunaan senjata pemusnah massal
- upaya menghancurkan pesawat dalam jurisdiksi Amerika
- dengan sengaja berusaha menghancurkan pesawat
- dengan sengaja menempatkan bahan peledak di atau dekat pesawat yang kemungkinan membahayakan keselamatan pesawat
- dua dakwaan memiliki senjata api yakni bom untuk melakukan kejahatan

Sidang akan berlangsung hari Jumat di mana dakwaan akan dibacakan kepada Abdulmutallab dan dia memiliki kesempatan mengajukan jawaban.

Jaksa Agung Eric Holder mengatakan penyelidikan rencana pemboman itu berlangsung "cepat, secara global serta mendapatkan informasi intelijen bernilai yang kami akan lanjutkan dimanapun beradanya".

"Siapapun yang bertanggung jawab dalam rencana serangan ini akan dibawa ke pengadilan menggunakan setiap cara baik militer atau hukum," katanya seperti dikutip BBC.

Hari Selasa, juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan Abdulmutallab telah menghabiskan waktu "beberapa jam dengan penyelidik FBI dimana kami mendapatkan informasi intelejen yang bisa digunakan".

Upaya pemboman itu mendorong perubahan pemindaian bandara di sejumlah negara seperti dengan memberlakukan pemindaian badan.

President Barack Obama mengkritik keras para pejabat intelijen Amerika Serikat karena gagal mencegah rencana itu.

Obama mengatakan, mereka cukup mengetahui tentang Umar namun gagal "merangkaikan informasi".

Para pejabat intelijen Amerika mengetahui Al-Qaida di Jazirah Arab yang mengklaim terlibat rencana itu merencanakan serangan ke Amerika. [FRD]

 

Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy



Baca juga: