Perlawanan Pihak Ketiga Terhadap Putusan Pengadilan

  • PDF
Saya memiliki sebuah rumah di daerah Tanjung Priok.  Rumah tersebut pernah saya jaminkan sebagai pembayaran hutang kepada Tn. Ali pada tahun 2004.  Beberapa bulan yang lalu saya mendatangi Tn. Ali guna penyelesaian hutang piutang saya.  Saya sangat terkejut ketika mengetahui ternyata rumah saya telah disita oleh pengadilan untuk pelunasan hutang Tn. Ali kepada orang lain. Saya sangat tidak setuju atas putusan pengadilan tersebut karena rumah tersebut adalah milik saya dan saya tidak pernah menjual atau menyerahkan rumah tersebut kepada Tn. Ali.  Malah yang saya dengar, rumah tersebut hendak dilelang dalam waktu dekat.  Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi permasalahan ini ?.
 
Saya sangat berterimakasih atas jawaban dan penjelasan dari Bapak.  TUHAN memberkati

 Ibu Elly di Rawamangun

Jawaban:

Kabar Kami Baik-baik, Bu Elly...

Setelah membaca surat dari ibu, saya berpikir bahwa masalah ini sangat sering terjadi di negara kita dan saya harap penjelasan saya dapat membantu pembaca lainnya yang mengalami masalah yang serupa.

Pada dasarnya, suatu putusan pengadilan hanya mengikat para pihak yang berperkara dan tidak mengikat pihak ketiga.  Namun, karena apa yang diputuskan oleh pengadilan seringkali merugikan pihak ketiga yang sebenarnya tidak turut menjadi pihak yang bersengketa, maka Pengadilan memberikan kesempatan bagi pihak ketiga yang dirugikan untuk mengajukan perlawanan terhadap putusan pengadilan tersebut atau yang biasa dikenal dengan Denden verzet .

Hal ini diatur dalam Hukum Acara Perdata, yaitu Pasal 378 Rv, yang berbunyi:
“Pihak ketiga berhak mengajukan perlawanan terhadap suatu putusan yang merugikan hak-haknya bilamana mereka baik sebagai pribadi maupun sebagai kuasa tidak dipanggil di persidangan pengadilan atau karena adanya penggabungan perkara atau intervensi dalam perkara.”

Perlawanan tersebut harus diajukan kepada majelis hakim yang telah menjatuhkan putusan yang akan dilawan dengan menggugat para pihak yang bersangkutan dengan cara biasa.  Dalam perlawanan, mohonkan pula agar putusan yang dilawan tersebut ditunda sampai adanya putusan terhadap perlawanan yang ibu ajukan.  Hal ini sangat penting agar jangan sampai rumah ibu tersebut dilelang dan perlawanan yang ibu ajukan menjadi sia-sia.  Dalam perlawanan tersebut, kemukakan pula bahwa ibu memiliki kepentingan dan hak ibu secara nyata telah dirugikan.  

Setelah adanya perlawanan, Majelis Hakim kembali akan mengadakan sidang seperti biasa.  Apabila perlawanan ibu dikabulkan, maka putusan yang dilawan oleh ibu akan diperbaiki, sepanjang merugikan kepentingan ibu.

Jadi, saran saya, sebaiknya ibu segera mengajukan perlawanan terhadap putusan pengadilan tersebut agar rumah ibu tidak dilelang dan ibu tidak mengalami kerugian yang lebih besar.

Demikian penjelasan sari saya. TUHAN memberkati.

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL