Headline

KPK Pimpinan Abraham Samad Buktikan Janjinya

  • PDF

{Paluhakim, Jakarta} Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pimpinan Abramaham Samad akhirnya membutkikan janjinya untuk membuat gebrakan dimasa kepemimpinannya untuk mengungkapkan kasus-kasus yang terjadi di Indonesia tanpa pandangbulu. Terbukti satu persatu para terduga yang terlibat dalam kasus korupsi Wisma atlet Palembang mulai ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah, mantan bendahara umum partai demokrat, Nazarudin ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus yang menyita perhatian publik, KPK juga telah menetapkan Mindo Rosa Manulang, Wafid, kemarin siang, Jumat (03/02) KPK secara resmi telah menetapkan Anggie yang sering disebut- sebut dalam persidangan Nazarudin sebagai orang yang turut menerima uang pelicin proyek wisma atlet telah resmi ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus suap proyek  Wisma Atlet SEA Games Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan.

Ketua KPK Abraham Samad, juga telah menetapkan Anggie sapaan akrabnya, telah melanggar pasal 5 ayat 2 atau pasal 1, pasal 12 huruf A nomor 31 tentang Pemberantasan Pidana Korupsi sebagaimana diubah. pada intinya pasal yang dikenai terhadap Anggie pasal suap.

Selain ibu tiga orang anak, KPK juga telah menetapkan pencekalan selama 1 tahun terhadap I Wayan Koster anggota Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia yang juga diduga terkait dalam kasus wisma Atlet. Bedanya, KPK belum menetapkan Wayan Koster sebagai tersangka.


"Kita tidak pernah berhenti pada AS (Angelin Sondakh) hari ini. Insya Allah kasus ini bisa dikembangkan lebih jauh dan menetapkan tersangka-tersangka baru dan penetapan AS yang dulunya sebagai saksi merupakan pintu masuk bagi kita untuk mengembangkan kasus ini," kata Abraham Samad saat konprensi press, di gedung KPK, Kuningan Jakarta, Jumat (3/2).

 Bagi Samad, semua orang kedudukannya sama di mata hukum, baik pengusaha, pimpinan partai politik, dan siapapun," tandasnya

Seperti diketahui, dalam kasus ini nama Anas Urbaningrum, I Wayan Koster, dan Andi Mallarangeng juga disebut terima uang dari terdakwa suap wisma atlet Muhammad Nazaruddin. Meski sudah dicekal KPK, I Wayan Koster belum ditetapkan tersangka.

Charles Situmorang

Hari Ini Nasib Mantan Mendagri Di Putuskan Hakim Tipikor

  • PDF
{Paluhakim, Jakarta} Nasib Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Hari Sabarno diputuskan hari ini, Kamis {29/12) oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor.
 
Terdakwa didakwa terlibat kasus pengadaan mobil pemadaman kebakaran (Damkar) yang menyebakan negara mengalami kerugian sebesar Rp 97 miliar.


Dari pantauan paluhakim.com, sidang yang akan dipimpin Majelis Hakim Suhartoyo yang rencananya akan dimulai pukul 10.00 Wib hingga saat ini belum juga dimulai.

Sabarno tiba di Tipikor sekitar pukul 09.00 Wib. tampil dengan mengenakan baju batik berwarna coklat bergaris. kepada para waratawn menyatakan dirinya ia mengaku menyerahkan apa yang akan diputuskan majelis hakim kepada Allah.

"Tidak ada persiapan apa-apa, saya sebagai muslim yang percaya kepada Allah, ya berdoa saja,' ujarnya sambil berlalu menuju ruang tunggu persidangan.
 
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Hari Sabarno dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Menurut JPU, mantan Mendagri tersebut telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai Mendagri untuk pembuatan radiogram pengadaan damkar untuk 22 wilayah di Indonesia pada tahun 2003-2005.

Foto: koruptorindonesia.com

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL