Headline

Susno Resmi Daftar Kasasi Ke PN Jaksel

  • PDF
{Paluhakim, Jakarta} Mantan Kabareskrim Komjend Pol. Susno Duadji, secara resmi mendaftarkan permohonan kasasinya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (08/12).
 
Melalui kuasa hukumnya, Ari Yusuf Amir, Susno mendaftarkan kasasinya menyusul keluarnya putusan banding oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, yang memvonis 3 tahun 6 bulan penjara.

"Dari awal kita sepakat untuk kasasi dari pertama menerima itu. Sekarang kita masih punya semangat masih punya optimisme bahwa di MA ini kita percaya Hakim Agung untuk melihat fakta sebenarnya," kata Kuasa Hukum Susno, Ari Yusuf Amir usai ajukan daftar kasasi di PN Jaksel.

Amir menambahkan, walaupun Hakim banding hanya menganalisa penerapan hukumnya, kewenangan pengadilan dan segala macam. Paling tidak analisa itu akan muncul dari fakta.

"Kalau kita lihat di pengadilan tinggi tidak mempertimbangkan apapun. Hanya menguatkan saja," terangnya.

Seperti diberitakan, Susno tetap divonis 3,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dalam kasus dugaan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat. Putusan PT. DKI ini berdasarkan No.35/PID/TPK/2011/PT.DKI a.n. Drs. Susno Duadji SH MH MSc tanggal 9 November 2011.

Susno dipidana penjara selama 3 tahun 6 bulan denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan oleh majelis hakim Ketua Roosdarmani, Anggota Widodo, As'adi Al Ma'ruf, Sudiro dan Amiek Sumindriyatmi. Ada sedikit perubahan dari vonis PN Jaksel. Jika di PN Jaksel Susno didenda Rp4 miliar, kali ini oleh PT DKI ditambah Rp200juta.

"Yang diperbaiki pembayaran uang pengganti dari Rp4 miliar (menurut PN Jaksel) jadi Rp4.208.898.749 dan kurungan pengganti denda dari 6 bulan jadi 4 bulan)," terang juru bicara PT DKI Jakarta, Ahmad Sobari beberapa waktu lalu



Malinda Dee Akui Pernah Transfer ke Rekening Adik Iparnya

  • PDF
{Paluhakim, Jakarta} Si seksi Inong Malinda Dee mengakui dirinya pernah memindahbukukan dan menstransfer ke rekening adik iparnya, terdakwa Ismail.

"Uang itu untuk  anak-anak  adik ipar saya," kata Inong Malinda Dee saat menjadi saksi pada sidang lanjutan yang kebali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta selatan, Rabu (09/11) dengan terdakwa Ismail suami dari Visca Lovitasari yang juga merupakan adik kandung dari sang saksi.


Saat ditanya majelis hakim yang diketuai Kusno, apakah setiap saksi mentransver uang ke rekening adiknya menanyakan dari mana asal uang tersebut? "Pak Hakim adik adik saya ini orangnya sangat patuh dan tidak pernah menanyakan hal itu," katanya


Menurut ingatan Inong dia mulai mentransver uang ke rekening Ismail sejak tahun 2008 hingga Rp 2011 jumlahnya mencapai Rp 21 milyarlebih. Uang sebanyak itu katanya diambil dari rekening milik nasabah Citibank dan setiap kali transver ke rekening adik iparnya itu jumlahnya ratusan juta.

Dua atau tiga hari setelah terkirim ke rekening terdakwa, katanya Inong memerintahkan terdakwa mentransver lagi kerekening saksi dan juga ke perusahaan milik saksi. Inong mengaku uang yang dipindahbukukan tersebut sebagian besar tanpa izin pemilik rekening. Namun, sebagian juga minta izin dari pemilik rekeining.

Ditanya majelis hakim kenapa tanpa izin? "Pemilik rekening sudah percaya sama saya," jawabnya. Dia menuturkan setiap kali mentransver uang ke rekeining Ismail, Inong selalu menyisihkan di rekening adik iparnya antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.  


Selain kepada Ismail, Malinda Dee juga mengungkapkan dirinya juga pernah mentransver ke suaminya, Andika Gumilang. Namun dia lupa berapa jumlahnya. Ditanya jaksa penuntut umum berapa gaji diterima saksi ketika bekerja di Citibank? "Pak jaksa saya menerima gaji sebesar Rp 70 juta/bulan dengan jabatan sebagai Citigold Executive atau Relationship Manager (RM) dan sudah bekerja selama 21 tahun

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL