Headline

Istri Charlie Sianipar Berharap Hakim Bebaskan Suaminya

  • PDF
{Paluhakim, Jakarta} istri terdakwa kasus ipad, Charlie Sianipar,Tati boru Damanik,berharap majelis hakim yang menyidangkan perkara suaminya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dapat mengikuti putusan bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang telah memutus bebas terhadap dua terdakwa Randy Lesther Samusamu dan Dian Yudha Negara terkait kasus yang serupa dengan suaminya.


"Saya berharap majelis hakim yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Yonisman bisa mengikuti putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang telah membebaskan terdakwa Randy Lesther Samusamu dan Dian Yudha Negara terkait kasus serupa dengan suami saya" kata istri terdakwa, Tati boru Damanik kepada Paluhakim.com via BB, Rabu (26/10)


Wanita kelahiran Sumatera utara ini juga berharap kebenaran akan terungkap dan pelapor sebenarnya harus terbukti siapa? tanya wanita yang setia mendampingi suaminya disetiap persidangan. sambil menambahkan dirinya yakin suami saya akan segera mendapatkan keadilan," katanya


Dia juga mengungkapkan proses persidagnan suaminya akan kembali digelar, Rabu (26/10) di Pengadilan Negeri Jakarta selatan dengan agenda mendenggarkan keterangan saksi mantan pegawai Versacom sebagai saksi yang diajukan jaksa Penuntut umum.


"Sidang hari ini agendanya mendengarkan keterangan mantan pegawai Versacom sebagai saksi yang diajukan jaksa Penuntut umum," kata terdakwa istri terdakwa Charlie Sianipar, Tati boru Damanik kepada Paluhakim.com via pesan singkatnya yang diterima, Rabu (26/10).


Seperti telah diketahui, Charlie Sianpiar dijerat dengan pasal 62 ayat (1) jo. Pasal 8 ayat (1) huruf j UU RI No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. Selain itu, jaksa juga menjerat Charlie dengan pasal 52 jo. Pasal 32 ayat (1) UU RI No. 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi. Terdakwa terancam 1 tahun kurungan penjara.

Oleh JPU, Samadi Budiayana didakwa telah melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8, yaitu pelaku usaha yang

dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai

dengan ketentuan perundangan-perundangan yang berlaku.

Dalam dakwaannya JPU menuding Charlie yang berjualan iPad Mall Ambasador, telah melakukan Chatting di internet melalui forum

pedagang pemakai Ipad merek Apple dengan 3 nick name yaitu Dr Bloototh, Mac Duge dan Wairless Gaym.

Warga Negara Jerman, Marrian Knappert Akan divonis Siang Ini Di PN Jaksel

  • PDF
{Paluhakim, Jakarta} Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Rabu (7/9) akan menggelar sidang lanjutan perkara dugaan Penipuan (378) dan Penggelapan (372) yang dilakukan warga Negara Jerman Marian Knappert terhadap rekan bisnisnya  Direktur PT. Dalzon Chemical Indonesia, Paras Wijaya Bhojwani. yang agendanya akan memasuki tahap akhir, yakni pembacaan putusan dari majelis hakim yang diketuai, hakim, Subiantoro.

Kepastian sidang pembacaan putusan majelis hakim diungkapkan Jaksa Penuntut umum, Arya Wicaksana saat dihubungi via telepon, Rabu (7/9), mengatakan sidang lanjutan perkara dugaan penggelapan dengan terdakwa warga negera Jerman itu dipastikan akan berlangsung siang ini.

"Benar mas, sidang perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa warga negara Jerman itu rencananya akan digelar hari ini (Rabu, 7/9)," kata Jaksa penuntut umum, Arya Wicaksana kepada wartawan, Via telephone, Rabu (7/9)

Pada persidangan pembacaan tuntutannya, Jaksa Penuntut umum Helmi,SH yang di dampingi oleh jaksa Tuti,SH, menyatakan bahwa terdakwa Marian Knappert, telah terbukti bersalah dan menjatuhkan tuntutan 3 tahun 6 bulan penjara terhadap terdakwa Marian Knapper. Yang bersangkutan dikatakan telah terbukti lmelanggar pasal  378 (penipuan)
 
Sementara itu kubu Marian Knappert yang di dampingi oleh kuasa hukumnya Hotma Sitompul Associates, yang di sampaikan oleh Lindung Sihombing ,SH. Menilai tuntutan yang di sampaikan oleh Jaksa penuntut umum akan menjadi suatu wajah buruk lembaga kejaksaan.

Sidang pembacaan putusan seyogjanya sudah bisa diselesaikan pada minggu yang lalu, terpaksa ditunda hinga dua kali persidangan. Menurut informasi yang didapat Paluhakim.com, majelis hakim belum siap untuk membacakan putusannya hal itu disebabkan pihaknya baru saja menggantikan majelis hakim yang diketuai Harry Sasangka yang saat ini telah dipromosikan ke Pengadilan Tingi, Ambon.

Seperti diketahui, dalam surat dakwaanya, Jaksa penuntut umum, ade Swasurjana dan Arya menuding pria kelahiran Hamburg melakukan perbuatan curang dan penipuan pada korban Paras Wijaya Bhojwani, direktur PT. DalzonChemical Indonesia di Kantor Biesterfeld International GMBH Jakarta di Gedung S. Widjojo Centre Lt. 9, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Mei 2007 hingga 2008. Dalam kasus ini status terdakwa tidak dilakukan penahanan.

Peristiwa ini bermula terdakwa Mariam Kanppert bekerja sebagai chiep representative atau kepala kantor perwakilan dari perusahaan Biesterfeld International GMBH Jerman di Jakarta datang menemui saksi Paras Wijaya Bhojwani di Ruko Cempaka Mas Blok K 22, Jakarta Pusat, Mei 2007. Dalam petemuan tersebut terdakwa memperkenalkan sekaligus menawarkan produk pestisida bermutu dan berkualitas. Saksi tertarik penawaran terdakwa tersebut lalu memesannya. Setelah bahan kimia dipesan terdakwa diterima oleh saksi kemudian sebagian dikemas oleh PT. dalzon Chemical Indonesia lalu dipasarkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Namun, pada pertengahan 2008, para konsumen di Magelang dan Wonosobo di Jawa Tengah dan konsumen di Batu dan Nganjuk, Jawa Timur, komplain. Alasannya, bahan kimia tersebut keampuhannya berkurang karena hama tidak mati. Atas kejadian itu, saksi meminta pertanggungjawabkan pada terdakwa dan diakuinya bahan kimia yang dikirim saksi berasal dari China, dan bukan dari negara yang sudah disepakati dikedua belah pihak
 
(Ket foto; Marrian Knappert yang berjas hitam, tampak didampingi kedua penerjemaahnya)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL