Headline

Hakim Lanjutkan Sidang Eksekutor Nasrudin

  • PDF
Eksepsi Terdakwa Ditolak

[JAKARTA] Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang yang menangani perkara pembunuhan terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkaranen mengeluarkan putusan sela menolak keberatan atau eksepsi penasehat hukum terdakwa eksekutor Daniel Daen Sapon dan memutuskan sidang tetap dilanjutkan.

“Keberatan tidak dapat diterima dan sidang tetap dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Ketua Majelis Hakim Asnun yang juga Ketua PN Tangerang itu dalam sidang Rabu (9/9) pagi.

Hakim menilai, dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) jelas menyebutkan peran terdakwa dan tempat terjadinya perkara. Sehingga terdakwa harus diadili dan PN Tengerang berhak mengadili. Sidang akan dilanjutkan Senin (14/9)  depan untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Jaksa menyetujui dan menyebutkan saksi yang akan dihadirkan untuk sidang pekan depan adalah empat orang yakni dua istri Nasrudin masing-masing Irawati Arinda istri kedua dan Sri Martuti istri pertama. Lalu sopir korban Suparmin dan Tarwin saksi kunci di TKP.

Putusan sela serupa juga terjadi untuk terdakwa lainnya Hendrikus Kiawalen yang ikut dalam aksi pembunuhan tersebut. Dia di sidang di ruang terpisah dengan Daniel dan eksekutor lainnya di PN Tangerang.

Ketua Majelis Ismail mengatakan, dakwaan sudah sangat jelas menunjukan keterlibatan terdakwa. Umumnya putusan sela ini pertimbangannya sama dengan putusan terdakwa Daniel. Hingga berita ini diturunkan, sidang putusan sela terhadap tiga terdakwa lainnya yaitu Heri Santoso, Fransiskus, dan Eduardus belum berlangsung.

Sidang dijaga sekitar 300 aparat kepolisian dari Polres Tangerang dan juga Polda Metro Jaya. Penjagaan terlihat ketat. Di pintu masuk, petugas memeriksa tas semua pengunjung. Hal itu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. [TMS]

Hari Ini Sidang Putusan Sela Eksekutor Nasrudin

  • PDF
Tangerang [paluhakim] - Sidang dengan agenda putusan sela terhadap lima eksekutor pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnain digelar hari ini, Rabu (9/9/2009) pagi di Pengadilan Negeri Tangerang. Sidang dipimpin majelis hakim M Asnun SH.

Humas PN Tangerang Arthur Hangewa kepada wartawan mengatakan, sidang digelar di dua ruang terpisah. Hal itu untuk memperlancar persidangan dan pengamanan.

Nasrudin diduga ditembak Daniel dalam perjalanan pulang seusai bermain golf di Padang Golf Modernland Kota Tangerang, Banten, tepatnya di Jl Hartono Raya Perumahan Modernland Kota Tangerang pada 14 Maret 2009 lalu. Ketika itu Nasrudin sedang duduk di jok belakang mobil BMW B191E. Dua peluru bersarang di tubuhnya.

Nasrudin sempat dibawa ke RS Mayapada lalu dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Setelah koma beberapa jam, Nasrudin (41), akhirnya meninggal dunia, Minggu (15/3/2009) sekitar pukul 12.00 WIB.

Lima eksekutor itu disebut-sebut direkrut Kombes Wiliardi Wizard untuk membunuh Nasrudin dengan alasan menjalankan tugas negara.

Dalam dakwaan disebutkan, Daniel bukan sendiri dalam aksi tersebut melainkan ada empat rekan lainnya yakni Fransiscus Tadom Kerans alias Amsi, Heri Santoso Bin Rasja Ali Bagol, Hendrikus Kiawalen alias hendrik dan Eduardus Ndopo Mbete alias Edo.

Para terdakwa eksekutor itu dijerat dakwaan berlapis Pasal 340 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 atau ke-2 dengan ancaman hukuman maksimal yakni hukuman mati.

Jaksa Penuntut Umum Rakhmat Harianto SH menyebutkan, lima terdakwa eksekutor itu memiliki peran masing-masing seperti Daniel yang langsung menembak, Fransiskus bersama Hendrikus mengendarai minibus menghalangi laju kendaraan yang ditumpangi korban, sedangkan Heri Santoso sebagai pengendara sepeda motor B6199BUP yang membonceng Daniel.

Bahkan pelaku Eduardus merupakan pembujuk keempat terdakwa agar temannya mau menerima uang dari hasil membunuh korban Nasrudin.

Sedangkan terdakwa Fransiskus adalah sebagai memberi dana dan membiayai semua kebutuhan operasional dalam pembunuhan berencana tersebut.

Menurut JPU, pelaku penembakan Daniel (26) yang sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan bersama Hendrikus, Fransiskus, dan Heri dengan sengaja menghilangkan nyawa Nasrudin secara terencana.

Dia didatangi Hendrikus untuk membunuh seseorang  dengan janji upah Rp 75 juta.  Dia setuju karena upah menggiurkan. Dalam aksi dibantu beberapa orang lainnya antara lain Heri yang menyiapkan mobil dan senjata. Hendrikus Kia Walen mendapat order dari Fransiskus untuk menghilangkan nyawa Nasrudin.

Daniel baru mengetahui siapa yang akan dibunuh ketika berada di dalam mobil. Untuk membunuh korban dia mengikuti sejak dari rumah korban di Perumahan Banjar Wijaya. Saksi Hendrikus menyerahkan senjata pada hari kejadian. Hendrikus hanya memonitor aksi dari Mal Metropolis Square tidak jauh dari lokasi kejadian. 

Saat korban keluar dari lapangan golf terdakwa mengikuti bersama Fransiskus dan Hendri. Saat akan melewati polisi tidur saat itu juga Daniel memuntahkan dua peluru tepat di kepala korban. [Fernando]

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL